"Saya sangat percaya diri dan yakin bahwa tim ini memang mampu mengukir catatan tak terkalahkan di babak kualifikasi ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hodgson, keberhasilan rekor sempurna Inggris salah satunya didasarkan pada pengalaman pahit di Piala Dunia 2014 lalu saat Inggris terhenti di babak penyisihan grup.
"Kemudian pengalaman pahit itu jadi pelajaran berharga bagi kami. Kami tak ingin hal itu kembali terulang," kata Hodgson.
Selain pil pahit di Piala Dunia 2014, hal lain yang membuat Inggris sukses mengakhiri laga kualifikasi tanpa cela itu adalah kedalaman materi tim yang dimiliki Hodgson saat ini.
"Kami memiliki banyak pemain bagus dan kami tidak hanya bergantung pada 11 pemain saja," ujar Hodgson.
Setelah lolos ke Perancis, tim nasional Inggris kini bakal menjalani agenda uji coba dalam rangka tahap persiapan mereka selanjutnya. Pada bulan depan, dua laga persahabatan menghadapi Spanyol dan Inggris sudah menanti.
"Kami akan menggunakan dua laga itu untuk melihat di mana posisi kami dalam persaingan di Eropa saat ini."
"Kami dihadapkan pada dua laga melawan tim yang lebih kuat dan lebih baik dari kami. Menarik untuk melihat bagaimana kami bisa mengimbangi permainan mereka," tutur Hodgson. (ptr/ptr)