Di babak pertama kedua tim bermain hati-hati dan tidak menciptakan banyak peluang emas. Arema memang lebih sering menyerang, namun bola sering terebut di area sepertia lapangan akhir.
Kedua tim pun mengakhiri babak pertama dengan skor kacamata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun strategi tersebut justru membuat mereka kebobolan melalui serangan balik.
Dengan punggung kaki kanannya, Alfarizi menyodorkan bola ke depan gawang yang kemudian disambar oleh kaki kiri El Loco. Rivky Mokodompit pun harus memungut bola dari gawangnya sendiri.
Beberapa menit kemudian, Gonzales memiliki kesempatan untuk menyamai gol Zulham Zamrun (Persib/enam gol) sebagai penyerang tersubur di turnamen ini ketika ia yang berada di kotak penalti menerima umpan lambung. Namun hakim garis memutuskan bahwa mantan penyerang Persik Kediri itu berada dalam posisi offside.
Di menit ke-56 giliran Mitra Kukar yang mendapatkan peluang emas. Namun Hendra Adi Bayauw yang mendapatkan peluang di dalam kotak penalti tanpa terkawal pemain belakang Arema, tak mampu menendang dengan akurat sehingga bola melambung di atas mistar gawang.
Arema mendapatkan gol kedua mereka di menit ke-85 melalui tendangan indah Hendro Siswanto dari luar kotak penalti. Mendapatkan bola di tengah lapangan, ia mendapatkan ruang luas untuk menembak setelah menggring bola beberapa kali.
Tendangan kaki kanan Hendro membuat bola melengkung indah yang tak bisa dijangkau oleh Rivky Mokodompit.
Di delapan menit sisa pertandingan Mitra Kukar coba untuk setidaknya mendapatkan gol untuk memperkecil kedudukan. Tapi hingga wasit membunyikan peluit panjang, tak ada gol lagi yang tercipta.
Arema Cronus pulang dengan hadiah juara ketiga. (vws)