Tito menuturkan, jika The Jakmania tidak membuat onar hari ini, maka Persija kemungkinan besar akan mendapatkan berbagai keuntungan seperti diizinkan kembali bertanding di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Persija bahkan kerap menjadikan stadion di luar Jakarta sebagai homebase karena sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
Usai berkumpul dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Teddy Laksmana, Manajer Persib Umuh Muchtar dan Steering Committe Mahaka Sports Maruarar Sirait, siang tadi, Tito mengatakan tindakan kriminal yang terjadi jelang final Piala Kemerdekaan bukan didalangi The Jakmania.
Tito berkata, aktivitas pidana itu dilakukan remaja dengan rentang usia 12 hingga 14 tahun yang secara struktural tidak bergabung dengan kepengurusan The Jakmania.
"Baik The Jakmania, Viking dan pendukung klub lainnya, ada yang berstruktur, ada juga yang cair. Yang berstruktur ini dapat dikendalikan, tapi yang cair ini tidak jelas," katanya.
Secara khusus, Tito meminta media massa tidak terus-menerus mengangkat hal-hal negatif dari peristiwa tersebut. "Saya minta bantuan media massa untuk mendinginkan suasana, kasihan remaja-remaja ini. Kami tangkap malah menangis. Mereka tidak tahu apa-apa," tuturnya.
(vws)