Pasangan ganda campuran peringkat dua dunia itu memiliki peluang emas untuk meraih kemenangan setelah unggul 16-15 di gim kedua. Namun, Tontowi/Liliyana membuang peluang di depan mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ajang Denmark Terbuka, Tontowi/Liliyana memang terbilang tidak beruntung. Pasalnya, kekalahan tahun ini merupakan untuk kali keempat beruntun pasangan yang akrab disapa Owi/Butet itu gagal di final Denmark Terbuka.
"Kami sudah tiga kali berturut-turut sebelumnya bisa ke final di Denmark. Apapun hasilnya tetap bersyukur," ucap Tontowi.
Liliyana juga tetap puas dengan posisi runnerup di Denmark Terbuka 2015. Pebulutangkis 30 tahun itu mengklaim penampilannya bersama Tontowi merupakan salah satu yang stabil di Denmark Terbuka.
"Kami lihat persaingan semakin ketat di sini. Unggulan-unggulan juga banyak yang kalah di sini. Untuk ukuran ini kami bisa dibilang stabil. Dari pasangan lima besar, hanya kami yang berhasil," ujar Liliyana.
Indonesia tidak pernah meraih gelar di Denmark Terbuka sejak Simon Santoso merebut gelar tunggal putra pada 2009. Di nomor tunggal putra Denmark Terbuka 2015, wakil Indonesia Tommy Sugiarto kalah dari juara bertahan, Chen Long, 12-21 dan 12-21. (har/har)