Dalam acara tersebut hadir Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait, pelatih Persib Djadjang Nurjaman, pemain Persib dan Sriwijaya, serta perwakilan pengurus dan pemain peserta yang berlaga di turnamen Piala Presiden, seperti pelatih Bali United Indra Sjafrie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, sebetulnya industri sepak bola kalau dikelola dengan baik, tidak tengok kanan-kiri, tidak masuk kantong pribadi, untungnya akan masuk ke klub dan pemain," kata Jokowi.
"Eh, kemaren lapor saya, 'Pak, terima kasih. Ratingnya tinggi sekali'," katanya.
Dalam jumpa media di Hotel Century, Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait juga mengatakan bahwa semifinal Piala Presiden antara Persib dan Mitra Kukar sempat memecahkan rating televisi nasional.
Menurut Jokowi, Piala Presiden juga membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecintaan tinggi kepada sepak bola. "Di stadion Manahan penuh, di sini (Jakarta) kemaren juga penuh. Banyak yang tidak masuk stadion memang karena kami batasi."
Seusai Piala Presiden, Jokowi meminta agar industri sepak bola dijalankan dengan profesional.
"Ada pemain yang memukul wasit, langsung kena denda. Kalau cara seperti itu kita lakukan, yang melihat juga senang. Pemain juga senang, kompetisi jalan terus," kata Jokowi menegaskan. (vws)