"Untuk ini, saya sangat kecewa untuk hukuman pengurangan tiga poin. Dia [Marquez] menang. Dia memutuskan kejuaraan dan dia membuat saya kehilangan kejuaraan. Saya berpikir bahwa ia akan sangat senang,” ujarnya. (Ikuti FOKUS: Ada Pemenang di Sepang?)
Rossi memang pantas kesal. Akibat dari insiden balapan yang melibatkan dirinya dengan Marc Marquez, pebalap asal tim Repsol Honda, Race Direction menjatuhkan hukuman yang berat baginya. Pemotongan tiga poin dan posisi start paling belakang dalam kesempatan balapan di Valencia, November mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rossi lantas angkat bicara juga soal kecilnya kesempatan ia bisa menjadi nomor satu dalam gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, tahun ini. Potongan tiga poin dan posisi start dari paling belakang di Valencia nanti, ia maknai sebagai peluang yang sangat berat.
Sebelumnya dalam balapan hari ini, pada putaran keempat hingga ketujuh MotoGP Malaysia, Rossi dan Marquez, saling salip untuk memperebutkan posisi ketiga.
Marquez berkali-kali berhasil menyalip Rossi dengan jarak tipis. Pada turn ke-13 lap ketujuh Rossi berhasil menyalip Marquez kembali setelah ia disalip dengan jarak tipis di tikungan sebelumnya.
Lalu di turn ke-14, Marquez kembali lagi melakukan salipan maut. Ia bersikeras menyalip Rossi dengan jarak tipis. Bahkan bagian depan motor Marquez sempat menyentuh bagian belakang Rossi.
Marquez lalu tak bisa meneruskan lomba. Sementara Rossi kesulitan mengejar Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa di depannya. Rossi lalu mengakhiri balap di peringkat ketiga.
Rossi saat ini unggul tujuh angka atas Jorge Lorenzo yang finis di urutan kedua pada GP Malaysia. Rekan satu tim Marquez, Dani Pedrosa, finis di urutan pertama di sesi balapan Sirkuit Sepang, Malaysia. (sip)