Chris Smalling dua kali mendapatkan peluang emas, baik lewat sundulan di awal babak kedua maupun lewat tendangannya di 10 menit akhir pertandingan. Tendangan Jese Lingard hasil umpan Anthony Martial pun hanya mengenai mistar gawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mampu mengontrol permainan selama 90 menit melawan tim sehebat Manchester City. Saya tak ingin protes, namun jelas saya menginginkan kemenangan dengan cara pertandingan sepeti ini," tutur Van Gaal seperti dikutip dari BBC.
"Saya bangga dengan pemain United yang mampu tampil dengan tekad kuat dan fokus selama 90 menit pertandingan. Melihat fakta bahwa kami baru kembali dari Moskow, maka saya puas dengan tekad yang ditunjukkan para pemain."
"Kami gagal menciptakan banyak peluang karena City mampu menyusun skema formasi yang cocok untuk meredam formasi kami," tutur Van Gaal.
Selain sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan menjadi gol oleh United, Van Gaal juga menilai bahwa 'Setan Merah' harusnya mendapat penalti saat Ander Herrera dijatuhkan oleh Raheem Sterling.
Meski kecewa dengan keputusan wasit, namun pelatih asal Belanda itu sama sekali tidak membuat komentar yang menyudutkan wasit.
"Kami seharusnya mendapat penalti saat Ander Herrera dijatuhkan. Mudah bagi saya melihat hal itu karena saya melihat tayangan ulang, sementara wasit hanya punya satu detik untuk melihat dan membuat keputusan."
"Karena itulah saya selalu berkata bahwa sepakbola butuh teknologi modern namun sepertinya saya hanya satu-satunya orang yang berteriak menginginkan perubahan itu," ujar Van Gaal. (ptr/ptr)