Di seri balapan terakhir GP Valencia yang berlangsung pada 8 November nanti, pebalap Italia itu terkena hukuman start dari posisi paling belakang. Hal ini dikarenakan insiden yang terjadi antara dirinya dan Marc Marquez di GP Malaysia, Minggu (25/10).
Rossi dan Marquez memang telah terlibat aksi saling salip menyalip sejak awal balapan. Rossi yang kehilangan kendali emosi karena melihat manuver Marquez, kemudian terlihat menendang Marquez di tikungan ke-14 putaran ketujuh, menyebabkan pebalap Spanyol itu terjatuh dan tak bisa meneruskan balapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu hal tersebut menjadi beban tersendiri. Saat ini hanya ada selisih tujuh angka antara dirinya dan Jorge Lorenzo yang menduduki posisi dua klasemen.
Bukan perkara mudah.
Lihat juga:Valentino Rossi Berpikir Marquez yang Menang |
Kesalahan Rossi ini seperti mengulangi peristiwa di MotoGP 2006, ketika Rossi gagal menjadi juara dunia di seri balapan terakhir, Valencia. Balapan kali itu adalah pertama kalinya Rossi menjajal seri terakhir dengan tujuan untuk memperebutkan gelar juara dunia.
Gelar-gelar sebelumnya memang sudah ia amankan sebelum datang ke Valencia.
Di 2006 Rossi datang ke Spanyol dengan keunggulan delapan angka dari Nicky Hayden di klasemen sementara. Rossi juga telah mendapatkan pole position untuk membidik gelar juara dunia keenamnya.
Namun setelah mendapatkan hasil buruk di sesi pemanasan pagi hari, Rossi terjatuh di awal-awal balapan. Ia kemudian bangkit, memulai kembali balapan dari posisi paling belakang, dan perlahan menyalip setiap pebalap di depannya.
Tapi di akhir balapan Rossi hanya mampu meraih posisi tiga belas. Klasemen akhir menunjukkan bahwa Hayden menjadi juara dunia sementara Rossi di tempat kedua berselisih lima angka.
Sembilan tahun berselang, Rossi kembali dihadapkan pada tantangan yang sama: memburu gelar juara dunia dalam posisi paling belakang, harus menyalip pebalap di depannya satu per satu.
Musim balapan 2006 ia tak memiliki cukup waktu melakukannya. Bagaimana dengan musim ini?
(vws)