Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan bantuan dana kepada Rio karena terbentur regulasi anggaran. Ahok pun akan mencoba membicarakan hal tersebut kepada DPRD Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rio membutuhkan dana sekitar 15 juta euro untuk bisa tampil di ajang F1. Namun, pebalap 22 tahun yang musim ini tampil di ajang GP2 Series itu baru mendapatkan dana 5 juta euro dari Pertamina.
Ahok mengatakan jika Pemprov Jakarta harus menyumbang 1 juta euro itu tidak masalah, tapi mekanisme pembayarannya yang menjadi masalah. Ahok pun berencana mencarikan pihak swasta untuk menjadi sponsor Rio.
"Kalo DKI sumbang satu juta euro itu sekitar Rp16 miliar tidak masalah. Tapi, bagaimana ini bayarnya, tidak pakai lelang. Kalau susah kami pakai swasta, November harus buat komitmen," ujarnya.
Menurut Ahok, di tengah minimnya prestasi olahraga Indonesia, masuknya Rio ke F1 menjadi hal yang bersejarah dan akan membanggakan Indonesia.
"Kami berusaha cari BUMN dan swasta mengumpulkan 10 juta euro. Ini salah satu hal bersejarah. Kalau tidak diambil, kita tidak tahu kapan lagi," katanya.
Sementara itu, Rio mengatakan diberikan tenggat waktu hingga pertengahan November 2016 untuk mendapatkan sponsor untuk berlaga di F1 musim depan.
"Deadline bulan november, sekitar dua pekan lagi," ujar Rio.
Bertemu Ahok bukan satu-satunya usaha yang dilakukan Rio. Pebalap kelahiran Surakarta itu sebelumnya sudah bertemu Presiden Joko Widodo.
"Sempat ke Pak Presiden. Setelah pertemuan itu, kata Pak Jokowi semoga ada BUMN yang bisa dukung. Tapi, sampai saat ini belum ada konfirmasi. Saya berharap bisa masuk F1, kesempatannya sangat jarang. Saya juga bawa nama Indonesia," ucap Rio. (har/har)