Neymar mencetak empat gol untuk kemenangan Barcelona tersebut. Dua di antaranya dieksekusi dari titik penalti. Ya, tanpa kehadiran Messi, Neymar menjadi penendang penalti utama Barcelona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bola yang ia sepak masuk ke dalam gawang, sementara kiper lawan salah menebak arah bola kendati tendangannya tak kencang.
Prestasi itu lebih baik dibandingkan Cruyff yang mencetak 60 gol setelah 180 laga, kurun waktu 1973 dan 1978.
Lewat prestasi tersebut, Neymar kini bisa sesumbar terhadap Cruyff yang sempat mempertanyakan kemampuan dirinya saat baru direkrut Barcelona. Dua tahun lalu, ketika ia baru datang ke Camp Nou, Cruyff mempertanyakan kehadiran Neymar di skuat tim Katalonia tersebut.
Namun, biarlah Cruyff berpendapat. Pasalnya pria yang kini berusia 68 tahun itu merupakan sosok di balik kehadiran La Masia--akademi sepak bola Barcelona yang melahirkan pemain bertalenta dan menjadi salah satu yang disegani dalam dunia sepak bola modern. (kid/kid)