Bahkan, CEO sirkuit Sepang berani menyebut ajang MotoGP Malaysia pekan lalu sebagai Race of the Decade. Salah satunya karena insiden Rossi-Marquez.
Namun, seperti dilansir Crash, Marquez menyatakan dirinya ingin melupakan konflik di Sepang dan mulai berkonsentrasi di seri terakhir MotoGP yang akan berlangsung di Valencia, Spanyol, 8 November 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang menyenangkan tentang Cheste (lokasi sirkuit MotoGP Valencia) adalah salah satu sirkuit (terbaik) dalam setahun di mana kami balapan di depan para penggemar kami sendiri, dan itu selalu spesial," ujar Marquez.
Dalam seri ke-18 MotoGP itu pula pebalap Spanyol lainnya, Jorge Lorenzo berpeluang menjadi juara dunia. Apalagi rekan satu timnya, yang merupakan pemuncak klasemen sementara, Valentino Rossi mendapat penalti tiga poin sehingga start di belakang dalam MotoGP Valencia.
Rossi mendapat hukuman itu karena disinyalir menendang Marc Marquez hingga terjatuh dalam ajang MotoGP Malaysia.
Sementara itu, secara terpisah, manajer pebalap asal Italia Andrea Iannone, Carlo Pernat mengungkapkan Marquez pada dasarnya tidak mengidolakan Valentino Rossi seperti yang diakuinya.
"Dia (Marquez) selalu membenci (Rossi) dan apa yang dia katakan pada saya tiga tahun lalu merupakan sebuah kebenaran," kata Pernat.
Jelang akhir musim ini, seolah muncul dua kubu yang bersaing. Bukan hanya antara pabrikan kendaraan Honda dan Yamaha, kubu bersaing itu pun muncul antara koneksi Spanyol dan Italia di lintasan MotoGP. (kid/kid)