Messi mencetak satu gol dalam pertandingan fase grup C Liga Champions 2005/06 yakni pada menit ke-34. Sementara itu empat gol lagi dicetak gelandang asal Belanda Mark van Bommel (1') dan hattrick Samuel Eto'o (14', 40', 65').
Saat itu, usia Messi masih 18 tahun. Ia bermain di lini depan sebagai salah satu penyerang dari trisula Barcelona bersama Eto'o dan Ronaldinho.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lini belakang, Rijkaard mempercayakan kuartet bek kepada Carlos Puyol (kapten), Edmilson, Oleguer, dan Giovanni van Bronckhorst. Adapun di bawah mistar gawang, Victor Valdes lah yang jadi andalan.
Messi mengambil bola yang diperebutkan di dalam kotak penalti antara Eto'o dan dua bek Panathinaikos.
Usai berhasil merebut bola, Messi yang kala itu masih menggunakan nomor punggung 30 itu mengangkatnya melewati kepala kiper Panathinaikos Mario Galinovic. Dan, sebelum bek lawan membuang bola, Messi berhasil menendangnya ke dalam gawang.
Messi belum berhenti, karena ia kemudian melakukan manuver brilian pada menit ke-64 untuk memberi terobosan yang merupakan assist bagi gol ketiga Eto'o lewat sebuah tembakan parabola terukur.
Kini, sepuluh tahun kemudian, Messi telah mencetak 77 gol di Liga Champions dan empat trofi kasta turnamen tertinggi antarklub Eropa tersebut. Ia merupakan pencetak gol terbanyak kedua di Liga Champions, di bawah rival abadinya Cristiano Ronaldo.
Tim yang paling banyak dibobol Messi adalah AC Milan. Sudah delapan gol dicetak Messi ke gawang Milan. Sementara itu gol terbanyak Messi dalam satu pertandingan ia lakukan saat melawan Bayer Leverkusen yakni lima gol pada 2012 silam.
Sayang, jelang putaran kedua fase grup Liga Champions 2015/16, Messi tak bisa bermain karena masih berkutat dengan pemulihan cedera lutut.
Barcelona akan menjamu klub Belarusia, BATE Borisov di Camp Nou pada laga keempat Grup E Liga Champions, 4 November nanti. (kid)