Sejak awal melatih Liverpool, Klopp memang ingin menjadikan skuat dan pendukung tim tersebut memiliki keyakinan atas diri dan kemampuan mereka.
Liverpool kalah 1-2 dari Palace di Anfield, Minggu (8/11). Tim itu ketinggalan lebih dulu lewat Yannick Bolasie pada menit ke-20. Gelandang Liverpool asal Brasil, Philippe Coutinho berhasil menyamakan kedudukan pada tiga menit sebelum jeda turun minum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentang kekalahan tersebut, Klopp tak ingin melihatnya sebagai bencana, justru sebaliknya. Menurut mantan pelatih Borussia Dortmund itu harus menjadi panggilan bangun untuk skuat The Reds.
Satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas kehadiran para suporter di stadion, lanjut Klopp, adalah para pemain.
"Kami bertanggung jawab agar tak ada orang yang meningglkan stadion semenit sebelum peluit terakhir dibunyikan karena segalanya masih bisa terjadi," tukas Klopp.
"Antara (menit) 82-94 anda masih bisa mencetak delapan gol jika anda ingin bekerja untuk itu. Itulah yang seharusnya kami tunjukkan tetapi kami tidak mampu," kata Klopp.
Laga Liga Europa
Klopp menilai usai laga melawan tim Rusia, Rubin Kazan, menjadi salah satu alasan timnya kalah di Anfield. Usai melawat ke kandang Rubin Kazan, skuat Si Merah baru kembali menjejakkan kaki di kota Liverpool pada Jumat pukul 04.00 waktu setempat.
Fisik yang lelah, tukas Klopp, disinyalir menjadi salah satu alasan timnya memulai laga melawan Palace dengan pelan dan penyelesaian yang lemah.
"Ini bukanlah pertama kali saya kalah dalam sebuah pertandingan anda tidak perlu harus kalah," ujar Klopp. (kid)