"(Chelsea) seperti Tiger Woods. Pada awalnya semua orang yang berhadapan dengan Tiger Woods tahu mereka akan kalah," ujar Gullit kepada Sky Sports. "Tapi kini orang-orang melihat Chelsea dan berpikir, 'kami dapat mengalahkan mereka!'," ucap Gullit memberikan penilaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gullit juga merasa satu-satunya cara untuk mengembalikan aura keperkasaan dalam diri juara Liga Primer musim lalu itu adalah dengan mulai meraih kemenangan, satu hal yang saat ini jarang menyambangi Chelsea.
"Saya pikir dia (Mourinho) merupakan satu-satunya orang yang mampu mengubah semuanya."
"Di masa lalu, ketika tim menang bersama Mourinho, Mourinho-lah yang meraih kemenangan. Sedangkan ketika kalah, Mourinho pula yang kalah. Tapi tiba-tiba musim ini dia terus menyalahkan para pemainnya. Itulah perbedaan yang saya lihat," ucap Guliit membeberkan analisisnya.
Kecenderungan Mourinho mencari kambing hitam dari bobroknya performa Chelsea musim ini disebut Gullit sebagai perubahan paling besar dalam diri mantan bos Real Madrid itu pada musim ini.
"Dia mengkritisi para pemainnya. Dulu dia selalu melindungi para pemainnya," ujar mantan pemain AC Milan ini. (ptr/ptr)