Namun Agostini menilai bahwa Rossi musim depan tidaklah akan jauh berbeda dengan musim ini. Rossi tetap akan memiliki kapasitas untuk bersaing di level elit dan memperebutkan titel juara dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi saya meyakini satu hal bahwa Rossi layaknya wine, semakin dia berumur, maka ia akan makin bagus dan berkualitas. Musim depan dia akan kembali berpeluang untuk jadi juara dunia," tutur Agostini saat diwawancarai saluran televisi Italia, RAI.
Kegagalan Rossi menyamai rekor juara dunia kelas premier ternyata tidak membuat Agostini gembira.
"Tentu saja saya merasa kecewa Rossi gagal menjadi juara dunia, sama halnya seperti warga Italia lainnya," ujar Agostini berterus terang.
Dalam beberapa seri terakhir, Rossi sendiri disibukkan dengan perang kata-kata melawan para rival. Bukan hanya melawan Marc Marquez, Rossi juga kerap beradu argumen dengan Jorge Lorenzo, rekan setimnya yang akhirnya jadi juara dunia.
Meski sering berbeda pendapat, Agostini meyakini bahwa bersatunya Rossi dan Lorenzo di Yamaha juga bukan masalah yang patut dibesar-besarkan.
"Saya tidak melihat bahwa berada di satu tim bakal jadi masalah besar. Bila mereka tak berada dalam satu tim pun, mereka tetap akan bersaing jadi tidak akan banyak hal yang berubah."
"Mereka sama-sama menunggangi Yamaha namun memiliki tim mekanik yang berbeda, jadi sejatinya mereka memang tidak saling melihat. Namun mungkin, musuh nomor satu selalu mereka yang berasal dari rumah yang sama denganmu," kata Agostini. (ptr)