Namun bila menilik dari hasil United sejauh ini, Van Gaal tak sepenuhnya gagal. United ada di posisi keempat dengan nilai 24 poin, hanya tertinggal dua angka dari Manchester City yang sedang jadi pemuncak klasemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat ada kesamaan antara Van Gaal di United dengan Van Gaal yang saya temui semasa di Bayern Munich."
Namun pada akhirnya Van Gaal sendiri sukses membawa Munich berjaya di Jerman dan menghadirkan gelar Bundesliga. Munich juga sempat masuk final Liga Champions meski akhirnya kalah dari Chelsea.
"Saya ingat para penggemar Munich pada awalnya juga tidak yakin pada sosok Van Gaal, namun pada akhirnya Van Gaal jadi sosok yang dicintai."
"Saya yakin Van Gaal bakal memberikan kesuksesan bagi United. Saya memercayai hal itu dan kami para pemain harus bekerja lebih keras," ucap Schweinsteiger.
Schweinsteiger sendiri menyadari bahwa ada sejumlah kelompok pendukung United yang tak suka dengan gaya United yang terkadang terlalu defensif.
"Kami semua sadar apa yang disuarakan suporter namun sepakbola tentu saja bukan hanya sekadar menyerang."
"Ada tim yang memiliki variasi pola permainan berbeda (tak selalu menyerang) dan mereka tetap memenangkan banyak gelar," ucap Schweinsteiger.
Namun Schweinsteiger juga paham bahwa suporter juga butuh penampilan yang atraktif, terutama saat laga kandang di Old Trafford.
"Karena itu saat laga di kandang, kami harus lebih bermain menyerang dan terus menekan lawan. Bagi tim United, masih banyak ruang untuk terus berkembang," tutur Schweinsteiger. (ptr/ptr)