"Saya pikir tak ada yang dapat menggantikan Gerrard, entah itu Messi atau siapapun."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati ungkapan Can boleh dibilang berlebihan dan bisa jadi membuat pendukung Messi mengernyitkan dahi, sosok Gerrard memang merupakan figur penting bagi Liverpool selama beberapa tahun terakhir.
Namun, Liverpool berhasil bangkit di babak kedua dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sebelum keluar sebagai juara lewat drama adu penalti. Hal itu tak lepas dari gol pembangkit semangat The Reds lewat sundulan kepala Gerrard.
Satu musim kemudian, Gerrard kembali menjadi figur penting bagi Liverpool di final Piala FA 2006. Tertinggal 1-3 dari West Ham, dua gol Gerrard --satu di menit-menit akhir-- membuat Liverpool memaksakan drama adu penalti dan kembali keluar sebagai juara.
Kini, Gerrard yang kembali ke Liverpool lantaran kompetisi di Liga Amerika (MLS) sedang libur. Meski tak lagi bermain, kehadiran Gerrard diharapkan bisa menjadi pemicu semangat tim asuhan Juergen Klopp.
Namun ternyata kehadiran Gerrard di Anfield justru berujung pada kekalahan perdana Liverpool di bawah asuhan Klopp. Menghadapi Palace, Liverpool kalah 1-2. (ptr)