"Saya ada di pihak yang menyatakan drama dan kontroversi musim ini merupakan sebuah hal yang bagus untuk publikasi MotoGP."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kalender olahraga 2015, pertikaian Rossi-Marquez-Lorenzo memang menyedot perhatian publik dunia. Tensi panas ketiga pebalap berada pada level yang sama dengan tensi pertikaian dua petinju, Floyd Mayweather Jr melawan Manny Pacquiao, di awal tahun.
"Hal itu seperti memberikan alasan bagi Marquez itu berkata seperti 'Oke, saya akan benar-benar mengganggu kamu pekan ini!'," tutur Schwantz berpendapat.
Terkait insiden Rossi yang 'menendang' Marquez, Schwantz beranggapan bahwa kedua pebalap sama-sama melakukan kesalahan.
"Rossi lelah dengan gangguan Marquez dan akhirnya ia melakukan kesalahan."
"Namun bukan berarti Marquez lepas dari kesalahan. Dengan gaya Marquez menyalip Rossi yang ia tunjukkan sebanyak dua kali di Sepang, maka Marquez seperti pebalap yang 'meminta' dijatuhkan lawannya," ujar Schwantz memberikan analisanya. (ptr/ptr)