Namun ternyata bagi Ancelotti laga tersebut bukanlah kekalahan terburuk menurut dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musim itu kami menang 22 pertandingan beruntun dan semua itu terhapus seketika saat kalah 0-4 dari Atletico," ucap Ancelotti seperti dikutip dari Daily Mail.
"Menjadi pelatih Madrid adalah pekerjaan terberat, tekanannya lebih besar bahkan dari tim sekelas Milan."
"Bila manajer tak memenangkan gelar, maka ia pasti dipecat. Saya pun bisa dipecat lebih cepat bila tak memenangkan La Decima," ujar Ancelotti.
Ancelotti pun menempatkan pemecatan dari Madrid sebagai yang paling menyakitkan baginya.
"Dipecat adalah bagian dari resiko pekerjaan namun untuk kasus Madrid, saya benar-benar menilai bahwa keputusan itu tidak tepat."
"Saya sangat kecewa karena ketika itu hubungan saya sangat baik dengan para pemain dan saya selalu menikmati waktu latihan dengan mereka. Para pemain Madrid sangat serius dan profesional dalam kesehariannya," ujar Ancelotti. (ptr/ptr)