"Saya bisa memberikan konfirmasi bahwa tim masuk ke pesawat dan terbang menuju Frankrut tepat setelah pukul delapan pagi," demikian ujar juru bicara DFB, Hendrik Grosse Lefert. "Kami senang bisa dengan cepat mengurus hal ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula timnas Jerman dijadwalkan meninggalkan Stade de France pada pukul 02.15 dini hari menggunakan bus mini. Mereka seharusnya menuju kota Paris dan tinggal di sana hingga Minggu untuk berjalan-jalan.
Ledakan dan ancaman bom sempat membayangi pertandingan persahabatan antara tim nasional Perancis dan timnas Jerman di Stade de France. Pada pertandingan yang disaksikan langsung oleh Presiden Perancis Francois Hollande, terdengar tiga kali ledakan keras dari dalam stadion pada menit ke-20.
Pada saat ledakan terjadi, Hollande telah meninggalkan stadion setelah menerima laporan adanya insiden penembakan di sebuah teater.
Seusai pertandingan, penonton laga tersebut sempat dikumpulkan di tengah lapangan sebelum dievakuasi ke luar stadion.
Beberapa jam sebelum pertandingan, hotel Molitor tempat skuat tempat timnas Jerman menginap juga menerima ancaman bom. Skuat Jerman yang ketika ancaman tersebut diterima sedang bersantap makan siang, diungsikan selama beberapa jam sebelum mereka bisa mengambil barang-barang di hotel.
Laga persahabatan antara timnas Perancis dan timnas Jerman dimenangi Les Bleus dengan skor 2-0. Gol untuk Perancis dicetak Olivier Giroud dan Andre-Pierre Gignac. (vws)