"Setiap negara lain dapat menyelenggarakan turnamen itu, tapi kita tidak dapat melakukannya. Saya pikir Perancis harus melepaskan status tuan rumah untuk turnamen itu," ujar Fontaine kepada media Jerman, Die Welt.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fontaine yang hingga saat ini memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu pelaksanaan Piala Dunia (13 gol), juga tak yakin stadion kebanggaan Perancis, Stade de France, masih akan menjadi daya tarik pecinta sepak bola usai serangan teroris.
Proses pengundian Piala Eropa 2016 sendiri akan dilangsungkan di Paris, 12 Desember mendatang. Pihak penyelenggara menegaskan Perancis akan melakukan segala cara untuk memastikan keamanan dan kelangsungan Piala Eropa, musim panas tahun depan tersebut.
"Bertanya-tanya tentang pembatalan Piala Eropa 2016 layaknya menuruti kemauan para teroris," ujar Ketua Penyelenggara Piala Eropa 2016, Jacques Lambert, kepada RTL.
"Kami akan melakukan segala tindakan yang dibutuhkan agar kelangsungan Piala Eropa 2016 dapat berlangsung dengan kondisi aman."
Namun, Lambert menyatakan dirinya tak akan mengungkapkan tindakan pengamanan yang dilakukan pihaknya, lantaran ingin memastikan rahasia keamanan tetap terjaga.
Lambert sendiri mengakui ancaman terbesar justru tak akan terjadi di dalam area stadion melainkan di jalanan biasa, di saat para suporter sering berkumpul. (ptr/ptr)