Kondisi semakin memburuk ketika Lorenzo mencemooh Rossi di podium GP Malaysia. Selain itu, pebalap asal Spanyol itu coba menggagalkan banding Rossi di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dengan melakukan intervensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal biasa jika hubungan sedikit memanas dan terutama setelah insiden di Sepang, ketika Rossi mengungkapkan opininya dan saya juga. Saya pikir masa lalu akan dilupakan, dan semuanya akan kembali normal di masa depan," ujar Lorenzo seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.
"Saya tidak pernah menangis di atas sepeda motor, seumur hidup saya, tapi kali ini sangat spesial. Saya tahu berapa banyak pengorbanan yang saya lakukan dan betapa menderitanya saya," ujar Lorenzo.
"Sepanjang 2009 hingga 2015, kecuali musim 2014, saya selalu mengakhiri musim di posisi pertama atau kedua. Jika Anda tidak kuat secara mental, Anda tidak bisa mendapatkan konsistensi seperti ini," sambungnya.
Lorenzo berhasil membalikkan defisit tujuh poin di GP Valencia, 8 November lalu, untuk unggul lima poin atas Rossi di akhir musim MotoGP 2015. (har/har)