Setelah momen itu, Harvey mengunggah kembali komentar yang sempat ditulisnya tujuh bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terbuka, Harvey sendiri mengaku sejatinya perasaan dirinya melihat kekalahan Rousey adalah campur aduk.
Harvey memang jadi salah satu tokoh penting di perjalanan karier Rousey. Ia menjadi manajer yang mampu mengangkat reputasi Rousey jadi sosok paling ditakuti sekaligus dikagumi.
"Saya telah menciptakan seorang monster. Rousey selalu percaya bahwa dirinya spesial seperti yang diberitakan oleh banyak media," ucap Harvey.
Selama membina Rousey, Harvey mengakui telah menggelontorkan dana sebesar 1 juta dollar AS namun kemudian seolah tak berarti apa-apa karena hubungan keduanya berakhir saat Rousey mulai menapaki puncak karier di tahun 2013.
"Begitu banyak emosi yang bergejolak saat ini. Rousey seperti anak saya pada awalnya karena ia pun sering menghabiskan malam sebelum pertarungan di rumah saya."
"Namun saya sekali tidak ada penghargaan yang ia berikan kepada saya setelah dirinya meraih berbagai kesuksesan. Jangan pernah melupakan dari mana kamu berasal," ucap Harvey berpesan.
Harvey sendiri mengakui bahwa selain kerugian berupa finansial, ada kerugian lain yang dialaminya sejak ia berpisah dengan Rousey.
"Sulit bagi saya untuk tak lagi terlibat langsung pada sesuatu yang telah anda ciptakan sebelumnya," ujar Harvey. (ptr/ptr)