Swedia harus tampil di babak playoff untuk bisa meraih tiket ke putaran final Piala Eropa 2015 setelah hanya menduduki peringkat ketiga Grup G babak kualifikasi, kalah bersaing dengan dua tim yang di atas kertas bisa diatasi: Austria dan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Ibrahimovic mampu tampil impresif dengan mencetak tiga gol dari dua leg pertandingan melawan Denmark. Terakhir mantan pemain Barcelona itu mencetak dua gol ketika Swedia menahan imbang Denmark 2-2 pada leg kedua di Stadion Telia Parken, Kopenhagen, Selasa (18/11) malam waktu setempat.
Ibrahimovic pantas sombong usai Swedia menyingkir Denmark. Pasalnya, penyerang berambut gondrong itu mampu membungkam semua kritikan. Membungkam semua pihak yang menyudutkannya. Membungkam orang-orang yang mengatakan kariernya sudah berakhir.
Lewat dua gol yang dicetaknya lewat tendangan voli dan tendangan bebas di laga dini hari tadi, Ibrahimovic membuktikan diri masih sangat penting bagi Swedia. Selain itu, Ibrahimovic untuk kali kesekian menunjukkan kualitasnya di momen penting.
Pentingnya kehadiran Ibrahimovic bisa dilihat dari torehan golnya. Penyerang yang memulai karier profesional bersama Malmo pada 1999 itu mencetak 11 dari 15 gol Swedia di babak kualifikasi dan playoff Piala Eropa 2016.
Publik Swedia pantas mengucapkan terima kasih kepada Ibrahimovic yang telah membawa negara tersebut lolos ke putaran final Piala Eropa untuk kali keenam, termasuk lima kali beruntun, setelah 1992, 2000, 2004, 2008, dan 2012.
Nama Ibrahimovic sudah besar di Swedia. Namun, setelah pertandingan melawan Denmark, Ibrahimovic pantas disebut pesepakbola yang fenomenal.
Meski tidak pernah merebut gelar bergengsi di level klub dan internasional, Ibrahimovic pantas tercatat dalam buku sejarah sebagai salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa. Hanya ada satu 'kesalahan' Ibrahimovic, yakni berkarier di era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. (har/har)