Tak hanya sirkuit itu sendiri, akses serta sarana dan pra sarana juga perlu dipikirkan. Meski banyak hal yang mesti diperbaiki, Tinton menyatakan bahwa biaya yang dibutuhkan tak akan lebih dari 200 Miliar Rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun dengan angka itu, Indonesia tidak akan mengeluarkan biaya lagi selama tiga tahun dan malah mendapatkan keuntungan."
"Lintasan yang sekarang memiliki panjang 3.9 kilometer, akan kita renovasi menjadi 4.4 kilometer dengan lebar lintasan 15 meter dan ada 14 tikungan. Desember kita mulai bongkar, jadi bulan April sudah mulai proses pembangunan dan pengaspalan," ucap Tinton.
"Kapasitas penonton di sirkuit minimal 120 ribu sampai maksimal 150 ribu. Tribunnya untuk MotoGP 2017 barangkali nanti akan sewa dengan model seperti yang ada di Singapura."
Tiket Harus Bisa Sokong Biaya Operasional
Mengenai perkiraan harga tiket MotoGP 2017 nanti, Tinton belum mau membeberkannya. Namun ia punya hitung-hitungan yang menurutnya merupakan bentuk ideal perumusan harga tiket nantinya.
"Kita berharap agar harga tiket nanti bisa menanggung minimal 50 persen dari biaya operasional dan bila itu terwujud tentunya sudah bagus," ujarnya
Jika semua berjalan dengan lancar, Tinton mengatakan bahwa MotoGP di Indonesia akan digelar pada Oktober atau November 2017. "Saya minta urutannya adalah sesudah di Australia, Indonesia, baru Malaysia. Setelah itu baru Bahrain lalu mungkin Jepang."
Menurut Tinton, keuntungan terbesar dari terselenggaranya MotoGP di Indonesia adalah semakin banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia. Maka dari ia berharap agar semua pihak bisa saling membantu.
"Karena negara kita negara yang butuh kemitraan secara profesional, jadi jangan bebankan terlalu banyak di pemerintah," ucap Tinton. (ptr/ptr)