Dalam lima kunjungan terakhir Bravo ke Bernabeu, penjaga gawang berusia 32 tahun itu telah kebobolan 21 gol. Ini berarti ia kebobolan kebobolan 4,2 gol dari lima laga terakhir ke stadion berkapasitas 85 ribu penonton tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Debut El Clasico Berakhir dengan Mimpi Buruk
Hanya 35 menit pertandingan di Bernabeu berjalan, catatan mengesankan Bravo itu pecah setelah eksekusi penalti Cristiano Ronaldo menjadi bola pertama yang mengoyak gawangnya.
Tak hanya Ronaldo, Pepe dan Karim Benzema semakin menambah duka Bravo dengan sukses menjebol gawang Barcelona pada babak kedua. Klub asal Katalonia itu pun tersungkur 1-3 di Santiago Bernabeu.
Kendati Bernabeu selalu menjadi mimpi buruk bagi Bravo, penjaga gawang yang tampil gemilang di Piala Dunia 2014 lalu itu akan berharap memiliki peruntungan berbeda pada laga El Clasico, Sabtu (21/11).
Dengan trofi Zamora musim lalu --penghargaan bagi penjaga gawang dengan jumlah kebobolan paling sedikit di La Liga-- di genggamannya, Bravo juga hanya kebobolan satu gol dari tiga pertandingan terakhirnya bersama Barcelona.
Tak hanya itu, Bravo juga tentunya dapat memberikan kepercayaan lebih pada Gerard Pique dan Jeremy Mathieu yang akan menjadi pelindungnya di lini belakang, ketimbang saat dikawal Jon Ansotegi dan Inigo Martinez di Sociedad.
El Clasico pertama musim ini pada akhirnya akan menjadi misi tersendiri bagi Bravo untuk mengakhiri mimpi buruknya di Santiago Bernabeu. (vws)