Badai tersebut, menurut Ranieri, akan datang dalam bentuk jadwal padat menghadapi tim-tim papan atas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ranieri tak mau jemawa dengan hasil tersebut. Baginya, ia belum mengubah targetnya di musim ini bersama Leicester, yaitu merebut 40 poin demi mengamankan status Leceister bertahan di Liga Inggris. Kini hanya selisih 12 poin yang memisahkan Ranieri dengan targetnya dan masih ada maksimum 75 poin tersedia untuknya dari 25 pertandingan.
Catatan Ranieri bersama Yunani juga tak sedap untuk dibaca: satu kali imbang dan tiga kalah.
"Saya bisa menunjukkan bahwa tidak seperti ucapan banyak orang, saya belum habis," katanya pada wawancara itu.
Kesuksesan Ranieri bersama Leicester itu juga setidaknya membuktikan kepada publik Inggris bahwa ia bukan pelatih yang buruk-buruk amat dibandingkan Jose Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu dipilih Roman Abramovich untuk menggantikan dirinya sebagai pelatih Chelsea pada 2003 silam. Mourinho lalu mengantarkan Chelsea ke tangga juara menggunakan skuat yang tulang punggungnya dipilih oleh Ranieri.
Ranieri tak menyimpan dendam pada Mourinho, atau senang melihat Chelsea kini terseok-seok di papan bawah klasemen Liga Inggris.
"Saya tetap percaya ia akan mencapai empat besar," kata Ranieri.