Kepada CNN Indonesia, Iman mengaku bangga pernah menjadi bagian dari Leicester. Pria yang pernah menjadi manajer Timnas Indonesia U-23 itu menganggap kunci sukses Leicester saat ini ada di determinasi tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Racikan manajer Claudio Ranieri dari hasil bekas mantan Manager Nigel Pearson sangat solid. Menjadi juara harus punya konsistensi dengan pemain yang ada. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi klasemen, seperti cedera pemain," sambungnya.
Melalui Indonesia Football Academy (IFA), Iman ketika itu mengirim empat pemain muda untuk menjalani latihan bersama Leicester, termasuk eks penggawa Timnas U-19, Maldini Pali, dan penyerang Mitra Kukar, Yogi Rahadian.
Sayang, Iman kemudian melepaskan 20 persen saham di Leicester pada 2011. Iman pun mengungkapkan alasannya untuk melepas saham tersebut.
"Pada saat itu pihak King Power ingin mengambilalih seluruh saham selain menjadi mayoritas," tegas Iman.
Melalui konsorsium Asian Football Investments (AFI), King Power International hingga saat ini masih memiliki 100 persen saham Leicester. King Power adalah perusahaan yang dipimpin pengusaha asal Thailand, Vichai Srivaddhanaprabha. (har/har)