"Cukup menyayangkan karena Konate akan gabung dengan tim divisi dua di sana, tapi itu merupakan pilihannya jadi apa boleh buat. Kami kasih dukungan saja," ujar Djadjang seperti dilansir situs resmi Persib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hengkangnya Konate juga akan menjadi rintangan tersendiri jika gelandang 24 tahun itu ingin kembali merumput bersama Persib. Pasalnya, sesuai dengan aturan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), pemain yang tampil di kasta kedua tak dapat langsung bermain di kasta tertinggi kompetisi negara lain.
"Pasti kehilangan," ujar Djanur. "Selama bergabung dengan Persib dua tahun terakhir dia selalu menjadi pilihan di lapangan tengah, jadi kami agak kehilangan."
Di T-Team, Konate akan ditangani pelatih papan atas Indonesia, Rahmad Darmawan, yang meninggalkan Persija Jakarta. T-Team juga merekrut bek Sriwijaya FC asal Mali, Abdoulaye Maiga.
Konate sendiri mengaku tidak adanya kompetisi pasti di Indonesia menjadi alasan utamanya meninggalkan Persib.
"Saya di Indonesia memang main di Liga Super (kasta pertama), tapi tak masalah. Saya harus cari kompetisi, dan di Indonesia saat ini tak ada, hanya turnamen saja. Saya tak bisa hanya main di turnamen, harus cari liga yang bermain penuh," ucap Konate. (har)