DKI Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah bersama pesta olahraga terbesar di Asia tersebut pada 2018. Selain merenovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta juga harus menyiapkan venue seperti velodrome dan aquatic.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, presiden klub Internazionale Milan ini mengingatkan bahwa bukan hanya ajang Asian Games yang seharusnya menjadi target pembangunan.
Menurut Erick, dengan adanya pagelaran di 2017 tersebut, maka mau tidak mau pengerjaan venue harus sudah dirampungkan. Meski tidak semua, Erick berharap sebagian venue bisa selesai di 2017.
Sebanyak 42 cabang olahraga rencananya akan dipertandingkan pada Asian Games 2018 berlangsung. Untuk 2017 nanti, Erick berharap setidaknya sembilan venue sudah bisa dicoba digunakan untuk menggelar olahraga.
Gubernur DKI telah menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menjadi penanggungjawab pengerjaan venue-venues yang ada di Jakarta. Direktur Utama PT Jakpro Abdul Hadi mengatakan yang dibutuhkan sekarang adalah payung hukum serta proses hibah tanah untuk pembangunan.
Abdul menuturkan bahwa pihaknya menyiapkan tiga paket sebagai percepatan pembangunan venue untuk memenuhi target Asian Games. Meski demikian, ia tidak bisa menyebutkan secara rinci anggaran pembangunan karena proses tender masih berjalan.
"Kami berharap semua aturan yang dibuat oleh KOI sesuai dengan desain agar di tengah jalan tak ada adendum (perubahan perjanjian). Ini komitmen yang semua perlukan," kata Abdul.
(vws)