"Jika melihat catatan yang ada tahun ini tentu kurang puas namun kita tetap harus mensyukuri apa yang kita raih musim ini," ucap Hendra kepada CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun hanya meraih satu titel super series, Ahsan/Hendra tetap tidak khawatir dengan performa mereka menuju 2016.
"Saat jadi juara Olimpiade 2008 pun, saya tak pernah menang di beberapa turnamen sebelumnya," ujar Hendra.
Pada seri turnamen super series/premier musim ini, duet Korea Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong menjadi ganda paling dominan dengan torehan enam gelar, dan di luar itu tak ada ganda yang mampu merebut lebih dari satu titel super series.
"Selain Lee Yong Dae/Yoo Yeon-seong, Zhang Nan/Fu Haifeng, dan Mathias Boe/Carsten Mogensen, ganda-ganda lainnya di 10 besar pun patut diwaspadai. Persaingan di ganda putra sangat ketat dan Lee Yong Dae/Yoo Yeon-seong pun pernah kalah di babak awal," kata Ahsan.
Di akhir tahun ini, Ahsan/Hendra masih akan mengikuti dua turnamen lagi yaitu Indonesia Masters di Malang dan BWF Super Series Finals di Dubai.
Sejak dipasangkan usai Olimpiade London 2012, Ahsan/Hendra sukses dua kali jadi juara dunia, sekali meraih trofi All England, dan merebut sejumlah titel super series lainnya. (ptr/ptr)