Kepada Sky Sports TV, Koeman berkali-kali mengatakan bahwa kesalahan terletak pada sistem pertahanan kesebelasannya yang tidak bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gol itu dimulai dari sebuah lemparan bebas dan mereka dengan leluasa mencetak gol. Hal itu tidak baik dan seharusnya tidak terjadi di level seperti ini."
Koeman kemudian menuturkan bahwa ia mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan mereka memberikan reaksi di babak kedua. Setelah tertinggal 1-3 di babak pertama, Liverpool mencetak tiga gol lagi di babak kedua sementara Southampton gagal untuk membobol gawang Adam Bogdan.
"Saya mengganti sistemnya di babak kedua. Saya mengambil risiko dengan memainkan tiga pemain di belakang. Tapi jika Anda mengakhiri babak pertama dengan 1-3 maka itu tidak baik (sehingga mengambil pertaruhan itu)."
Kegagalan di perempat final ini membuat langkah Southampton terhenti dalam upaya mengakhiri puasa gelar di kompetisi besar. Terakhir kalinya The Saints mengangkat piala adalah ketika mereka memenangi Piala FA 1976 setelah secara mengejutkan menundukkan Manchester United di partai final.
Saat ini di Liga Inggris, Southampton berada di peringkat ke-10 dengan 20 poin dari 14 pertandingan. Di laga selanjutnya mereka akan menjamu Aston Villa. (vws)