"Ketika ada lowongan di Liga Primer Inggris, tiga hingga empat nama yang terdengar di media adalah orang asing," kata Pardew dalam wawancara eksklusifnya dengan The Times.
Pardew adalah manajer yang kini membawa Palace menduduki peringkat tujuh klasemen Liga inggris. Ia juga menjadi sosok yang membikin Newcastle United ke peringkat lima Liga Inggris sebelum akhirnya menjalani musim yang berat bersama The Magpies pada 2014/2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pardew merasa bahwa kini pelatih Inggris semakin dipandang sebelah mata.
Pardew kemudian membela diri dari kritikan yang mengatakan bahwa pelatih Inggris lebih arogan dari pada pelatih asing. Menurutnya sikap ini wajar diambil terutama mengingat perlakuan media pada para pelatih Inggris.
"Media lebih keras pada kami. Kami pasti akan 'dibunuh' jika memberikan beberapa sesi wawancara yang dilakukan oleh para pelatih asing. Untuk para pelatih asing mereka mendapatkan cap 'Percaya diri luar biasa' tapi ini berbeda untuk para pelatih Inggris."
Pardew sendiri mengaku tidak mempermasalahkan serangan-serangan yang ia dapatkan dari media dan tidak terlalu memusingkannya.
"Saya tak membawanya pulang. Saya tak mau menyetir dengan ugal-ugalan. Saya membuangnya. Saya tidak terlalu tenggelam dalam pertandingan. Bahkan saya terkadang tidak meninjau ulang pertandingan kami. Yang sudah biarlah sudah."
"Di hari minggu, saya bisa memutuskan untuk tidak melihat pertandingan dan menonton film saja."
(vws)