Dalam pandangan Ferguson, keberhasilan Leicester saat ini bukan lagi sebuah kejutan di awal musim. The Foxes berpeluang tampil konsisten dan bertahan di persaingan perebutan titel juara hingga akhir musim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk bisa terus bersaing di perebutan gelar juara, Ferguson tetap menilai Leicester perlu mengambil langkah agresif. Hal itu diperlukan lantaran ketatnya kompetisi di Inggris tersebut.
"Jika saya Ranieri, saya akan berinvestasi pada bursa transfer Januari karena ini merupakan kesempatan besar bagi mereka. Mereka bisa memenangkan liga, dengan cara mereka bermain saat ini dan juga gol-gol yang terus mengalir," tutur Ferguson.
Kendati dianggap sebagai salah satu tim semenjana di Liga Primer, Leicester sendiri sebenarnya memiliki kekuatan finansial yang cukup besar.
Pemilik The Foxes, Vishai Srivaddhanaprabha, bahkan diklaim memiliki kekayaan hingga 1.95 miliar dolar Amerika Serikat.
Namun, sejauh ini pengusaha asal Thailand itu lebih memilih berinvestasi pada pemain-pemain muda yang relatif tak dikenal dengan banderol murah, seperti ketika merekrut Riyad Mahrez dari Le Havre (Perancis) dengan harga 400 ribu poundsterling.
Meski berbanderol murah, pemain berusia 24 tahun itu mampu tampil gemilang dan menjadi motor permainan Leicester bersama Jamie Vardy. (ptr/ptr)