"Lapangan tempat saya bermain hari ini tidak rata sehingga hal itu menyulitkan saya. Tidak hanya itu shuttlecock yang digunakan pun kurang kuat," ucap Lukhi seusai pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anginnya terlalu kuat dan deras," ujar Karina Ria Hardianto yang merupakan atlet tunggal taruna putri.
Sementara itu M. Bayu Pangisthu, atlet tunggal putra pelatnas menyoroti susunan formasi lapangan yang terdiri dari enam lapangan dan terbagi dalam dua baris membuatnya cukup kesulitan untuk fokus.
"Kondisi tersebut memang membuat saya terganggu karena saya bisa melihat pemain lainnya bertanding, tak seperti turnamen lainnya yang langsung berhadapan dengan penonton.
Selain hal-hal di atas, sepinya penonton hingga hari ketiga membuat Kejurnas Bulutangkis tahun ini masih terasa kurang semarak.
Terkait beberapa hal teknis seperti kondisi angin dan lapangan, Humas PBSI Yuni Kartika menyebutkan Tennis Indoor Senayan merupakan tempat yang cukup representatif.
"Banyak jadwal pertandingan dan semua harus selesai dalam lima hari, karena itulah kami butuh lapangan dengan jumlah banyak."
"Soal angin, di semua lapangan terasa anginnya, hanya saja volumenya yang berbeda. Kami yakin kejuaraan telah dipersiapkan dengan baik, seperti misalnya penambahan ketebalan lapangan agar atlet tak mudah cedera," kata Yuni. (ptr/ptr)