Di babak perempat final, Riyanto menang 8-21, 21-19, dan 21-15 atas Anthony Sinisuka Ginting yang juga dari Pelatnas PBSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan Riyanto yang dapat menikmati permainannya, Fikri merasa pertandingannya sulit lantaran lawannya salah satu atlet senior Indonesia, Sony Dwi Kuncoro. Fikri menang 21-19, 10-21, dan 21-18 dalam pertandingan yang berlangsung 69 menit.
Jonatan pun merasa senang sudah menaklukkan Wisnu Yuli Prasetyo dari Jawa Timur 21-16 dan 22-20, meski pada awalnya sempat merasa tegang. Dengan pengalamannya sebagai salah satu atlet bulutangkis masa depan Indonesia, Jonatan mampu menjaga permainan dengan baik.
"Saya berusaha jaga permainan. Saya tekanan gim pertama, sampai gim kedua pun saya sempat unggul sebelum dia dapat melawan balik," ujar Jonatan.
Sementara Bayu, walau tidak berasal dari Pelatnas PBSI tidak merasa gentar. Ini terbukti dari keberhasilannya menumbangkan pemain Pelatnas PBSI, Enzi Safira, 21-18 dan 21-18. Di semifinal Bayu mengaku akan memperbaiki cara bermainnya.
"Tidak ada strategi khusus dan jangan sampai ikut cara main lawan. Jangan sampai kepancing untuk bermain menyerang dan cepat karena itu bukan tipe permainan saya," katanya. (har)