Di atas kertas, Sirkuit Internasional Sentul sebagai salah satu entitas ajang olahraga otomotif Indonesia bisa saja mencari jalan untuk berkolaborasi dengan pihak Rio. Namun tak semudah itu diwujudkan, terutama jika bentuk kerja sama dukungan berupa dana segar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang berbeda, Tinton Soeprapto selaku Direktur Utama Sirkuit Sentul, mengakui ada sedikit hambatan dalam memberikan bantuan kepada Rio. Kurang populernya ajang balapan jet darat di masyarakat Indonesia dinilai menjadi salah satu tantangan yang membuat sponsor berpikir ulang untuk menanamkan dana.
Tinton pun berpesan agar Rio mendapat tim yang bagus jika berhasil masuk ke Formula 1 dan bukan hanya sekadar menjajal ajang balap tersebut.
Tinton kemudian mencetuskan ide untuk membantu Rio melalui ajang MotoGP yang diselenggarakan pada 2017 nanti.
"Ayo, masyarakat Indonesia nonton MotoGP 2017 di Sirkuit Sentul, yang nanti biayanya sebagian disisihkan untuk bantu Rio. Yang penting ada 'magnet'-nya." ucap Tinton sembari menegaskan bahwa ajakan untuk membantu Rio saat ini terasa kurang memiliki daya tarik.
Mengenai tenggat waktu singkat yang diberikan Marussia Manor kepada Rio sehingga jika menunggu 2017 akan terlambat, Tinton berpendapat, "Namanya juga usaha kan. Saya untuk bikin MotoGP juga perlu sirkuit. Ya itu resiko, jadi ayo kita bersatu dengan F1. Dengan ada MotoGP kita sudah menguntungkan F1," ucapnya
Rio merupakan pebalap tes bagi mobil serta ban yang akan digunakan Manor pada seri balap F1 musim depan. Usai tes mobil yang digelar di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Manor disebut terkesan dengan performa Rio. Pada tes tersebut catatan waktu terbaik Rio adalah satu menit dan 49,593 detik.
Catatan waktu itu lebih cepat dari pebalap GP2 lainnya yang juga ikut melakukan tes, Jordan King. Pebalap muda Inggris itu mencatat waktu terbaik selama satu menit dan 49,661 detik. (vws)