Duet Rafi/Vita berhasil keluar dari tekanan usai kalah di game pertama dan mampu lebih menguasai pertandingan di dua game berikutnya. Mereka pun berhak atas titel juara nomor ganda campuran Kejurnas tahun ini.
Atas gelar juara nasional, Rafi berhak mendapatkan kesempatan untuk menjalani masa percobaan selama enam bulan di Pelatnas. Ini adalah kali kedua Rafi kembali masuk jadi anggota pelatnas Cipayung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di masa pertama di Cipayung, saya tak menunjukkan prestasi karena kurang fokus," ujar Rafi yang sempat jadi anggota pelatnas pada tahun 2013 dan 2014 ini.
"Saya agak gugup pada awalnya, namun Vita terus memberikan saya masukan. Ci Vita bilang yang terpenting main maksimal dan tak pikirkan hasil akhir."
"Selain itu, Ci Vita pun bilang bahwa jangan takut salah dan harus bermain lebih santai di laga tadi," ujar Rafi.
Terkait keberhasilan juara bersama Rafi, Vita mengakui turut senang.
"Di akhir karier saya sebagai pemain, saya senang karena bisa membawa Rafi ke pelatnas."
"Rafi memiliki modal untuk menjadi pemain bagus karena memiliki postur yang tinggi, kekuatan, dan juga masih muda," kata Vita.
Namun Vita pun mengingatkan bahwa masih ada kelemahan yang mesti diperbaiki oleh Rafi.
"Yang terutama adalah faktor non teknis. Rafi harus bisa mengatasi faktor non teknis saat bertanding di lapangan," kata Vita berpesan. (vws)