Setelah pertandingan berjalan imbang di awal-awal gim pertama, Ahsan/Hendra unggul lebih dulu 8-4 dan kemudian 10-6. Hal ini terutama didorong oleh Yoo Yeon Seong yang kurang apik dalam bertahan. Ahsan yang bermain ofensif kemudian memanfaatkan hal ini dengan melakukan smash-smash dari belakang.
Dimotori Lee Yong Dae yang balas bermain agresif, ganda nomor satu dunia asal Korsel sempat mengejar dan menjadikan skor 15-13 kemudian 16-14. Namun Ahsan/Hendra melaju kembali dan dengan mudah gim pertama dengan skor 21-17.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi-lagi Yong Dae/Yeon Seong sempat mengejar di pertengahan gim dan menjadikan skor 15-14. Namun smash keras Hendra dan Ahsan di dua angka selanjutnya memastikan mereka tetap unggul 17-14.
Di titik inilah, Ahsan/Hendra sempat melakukan kesalahan beruntun. Alih-alih memanfaatkan matchpoint, mereka mengizinkan musuhnya untuk mengejar dan menjadikan skor 20-20.
Satu smash Ahsan sempat membuat pasangan Indonesia mendapatkan matchpoint kelima pada skor 22-21. Namun lagi-lagi mereka gagal untuk memanfaatkannya. Yong Dae/Yeon Seong mampu memanfaatkan celah kecil untuk kemudian merebut gim kedua dengan skor 24-22.
Ahsan/Hendra tak mengulangi kesalahan mereka di gim ketiga. Setelah unggul 11-9, mereka melaju kencang hingga 18-12 dan kemudian 19-13.
Ketika merebut angka ke-20, Ahsan menunjukkan kemampuan bertahan luar biasa, dengan mampu dua kali mengembalikan bola dari posisi terjatuh. Aksinya ini pun diganjar aplaus meriah dari penonton yang hadir di dalam stadion.
Sempat memberikan dua angka tambahan, Ahsan/Hendra kemudian menutup gim ketiga dengan 21-15.
(vws)