Pada babak final, Della/Rosyita sukses menyudahi perlawanan rekan sesama pelatnas, Melvira Oklamano/Rika Rositawati, 18-21, 21-7, 21-15.
"Meski sempat unggul di game pertama, secara umum kami masih meraba jalannya permainan. Ada sedikit perasaan tegang sehingga itu yang mungkin menyebabkan kami kalah."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun mengaku sedikit tegang di babak final, Della/Rosyita menilai laga semifinal lawan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi sebagai laga terberat di Kejurnas kali ini.
Della/Rosyita sempat tampil mengejutkan di awal tahun ini saat mereka mampu menembus babak final Jerman Grand Prix Gold bulan Maret lalu. Namun setelah itu kiprah duet ini harus terhenti lantaran Rosyita mengalami cedera paha yang memaksanya harus absen untuk kurun waktu yang lama.
Duet ini baru kembali turun bersama pada bulan November kemarin dan sukses memenangi Malaysia Challenge. Gelar di Kejurnas kemudian menutup kiprah mereka tahun ini.
Dengan dua gelar di pengujung tahun, Della/Rosyita berharap bisa melakukan lompatan dalam hal prestasi.
"Semoga kami bisa lebih baik di tahun depan. Kami berharap bisa menembus masuk 10 besar dunia," kata Della.
"Bukan hanya itu saja, semoga kami juga bisa memenangi turnamen dengan level grand prix gold pada tahun depan," ucap Rosyita menambahkan.
(ptr)