Gol satu-satunya pada pertandingan ini dicetak oleh Samsul Arif yang sukses mengecoh penjaga gawang Persipura, Ferdiansyah, ketika menjadi algojo penalti.
Persipura bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-24 karena Bio Paulin diusir wasit. Pada kartu kuning pertama, ia menjatuhkan Kiko Insa di kotak penalti sementara pelanggaran kedua ia dapatkan ketika menekel Esteban Vizcara. Sementara Arema juga pada akhirnya kehilangan penggawanya setelah Hendro Siswanto diusir jelang pertandingan berakhir karena menerima dua kartu kuning.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain sayap Persipura, Fery Pahabol, yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-17, membuat lini pertahanan Arema kedodoran dengan kecepatannya. Kombinasinya dengan Gerald Pangkali di lini tengahlah yang menjadi motor serangan Persipura.
Usai gol ini, Persipura terus menekan dan mencetak total tujuh peluang di babak pertama (berbanding tiga dari Arema), tapi tak ada dari penyelesaian mereka yang sempurna.
Di babak kedua Persipura terus bermain menyerang dan mampu mempertahankan penguasaan bola. Sebaliknya, Arema yang unggul orang justru lebih sering menyerang lewat serangan balik Cristian Gonzalez atau Samsul Arif.
Fery Pahabol membuang peluang di depan gawang pada menit ke-48. Ketika menerima bola di depan gawang tanpa dikawal lini pertahanan Arema, ia justru melambungkan bola dengan sepakan kerasnya.
Meski dengan penguasaan bola, Persipura kesulitan untuk menembus lini pertahanan Arema yang dengan nyaman duduk di area bertahan. Ketika pertandingan memasuki menit ke-70, tempo melambat karena Persipura mulai kelelahan dalam berlari sementara Arema bisa membuat bola bergulir lambat.
Arema bermain dengan sepuluh orang setelah Hendro Siswanto diusir di menit ke-84 karena menerima kartu kuning kedua.
Persipura tidak bisa memanfaatkan hal tersebut dan menelan kekalahan di pertandingan pertama babak delapan besar.
(vws)