Hal itu diungkapkan kantor Kejaksaan Agung Swiss pada awal pekan ini. Jumlah itu meningkat dari 103 tranksasi mencurigakan yang diselidiki kejaksaan Agung mulai Agustus silam. Penyelidikan itu dilakukan untuk membongkar skandal suap serta korupsi yang terjadi di kalangan elite FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Swiss ikut menyelidiki dugaan tindakan kriminal finansial yang terjadi di lingkup FIFA. Hal itu terjadi karena kantor pusat FIFA berada di negara tersebut.
Penyeldikan skandal korupsi telah membuat presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan pengunduran diri, hanya beberapa hari setelah ia terpilih kembali menjadi presiden untuk kelima kalinya. Blatter tidak dituduh melakukan kejahatan apapun.
Hingga saat ini, jaksa penuntut telah menyatakan 41 orang bersalah dalam skandal korupsi yang terjadi di berbagai negara di seluruh dunia. Para pemimpin organisasi sepak bola di seluruh Amerika Selatan termasuk ke dalam daftar tertuduh dalam kasus suap yang nilainya disebutkan mencapai US$200 juta.
Menurut Jaksa Penuntut, kasus suap ini menggunakan kekuasaan penuh federasi untuk menyalurkan hak siar berbagai turnamen di seluruh dunia. (kid)