"Saya pikir, salah satu yang membantu saya adalah, saya bukan orang Italia atau Spanyol. Anda bisa bilang itu lelucon, tapi itu bukan. Jika Anda bisa tetap netral, itu sangat penting," ujar Jarvis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pengalaman lebih dari dekade, Jarvis mengaku mampu menghadapi rivalitas Rossi dengan Lorenzo, yang hanya terpaut lima poin di klasemen akhir MotoGP 2015.
"Anda harus jujur pada diri sendiri dan tidak panik, berusaha mencari solusi bagi setiap pebalap. Mengatur satu pebalap juara dunia sudah sulit, apalagi dua. Itu sangat sulit, tapi kami melakukannya," sambungnya.
Jarvis berharap Rossi dan Lorenzo bisa melupakan kontrovesi MotoGP 2015 musim depan. Jika tidak maka hal tersebut bisa mengganggu peluang Yamaha mempertahankan tiga gelar juara dunia.
Lorenzo berhasil mengalahkan Rossi dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015. Sukses Lorenzo diwarnai kontroversi, setelah Rossi menuduh pebalap asal Spanyol itu mendapat bantuan dari kompatriotnya yang memperkuat Repsol Honda, Marc Marquez. (har)