Mourinho mengatakan, gol Leicester yang dicetak Jamie Vardy dan Riyad Mahrez seharusnya tidak terjadi jika para pemain Chelsea menjalankan strategi yang diberikannya sebelum pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua gol Leicester, dari pergerakan Vardy di antara dua bek, umpan silang menggunakan kaki kiri, kami hanya menempel dengan satu orang, padahal saya ingin kami menjaga dengan dua orang. Saya juga ingin pemain tengah lebih banyak membantu."
Kondisi tersebut membuat Mourinho frustrasi. Pelatih yang dijuluki The Special One itu merasa dikhianati oleh para pemain Chelsea karena tidak mendengarkan perintahnya.
"Dua gol Leicester sulit diterima. Rasa frustrasi yang besar untuk diterima, karena saya merasa kerja saya dikhianati. Saya bekerja empat hari untuk menyiapkan pertandingan ini, dan para pemain sudah mendapatkan informasi itu tiga hari sebelum pertandingan," tegas Mourinho.
Mourinho juga mempertanyakan komitmen Eden Hazard yang menarik diri sendiri karena cedera saat pertandingan berjalan 30 menit.
"Saya tidak tahu apa cedera Hazard. Dia mengambil keputusan sendiri hanya dalam 10 detik. Pertama dia bilang tidak bisa melanjutkan pertandingan. Ketika saya ingin melakukan pergantian pemain, dia bilang mampu. Ketika langkah pertama memasuki lapangan, dia bilang tidak mampu," ucap Mourinho. (har)