Robinho datang ke Spanyol dengan ekspektasi tinggi. Nomor 10 peninggalan Luis Figo pun langsung diberikan kepadanya. Namun Robinho tak pernah benar-benar jadi seperti Pele yang diharapkan banyak orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah era Madrid, Robinho kemudian tak pernah berhasil bangkit. Di Manchester City dan AC Milan, Robinho tak jadi pemain utama dan tak pernah benar-benar menunjukkan sinar emas seperti yang pernah digembor-gemborkan ketika ia berusia muda.
Tak disangka, bersama klub ini Robinho punya kesempatan untuk kembali mencuri perhatian dunia.
Bila Robinho mampu membawa Evergrande membuat kejutan atas Barcelona, maka namanya akan kembali diingat oleh para penggemar sepakbola.
Barcelona sendiri sudah menaruh perhatian terhadap keberadaan Robinho sebagai salah satu alasan kuat mengapa mereka tak boleh meremehkan Evergrande.
"Kami tahu betapa berbahayanya Guangzhou Evergrande. Mereka telah membuat kejutan dengan mengalahkan America."
"Kami pun tak akan menganggap remeh kompetisi yang ada di Piala Dunia Antar Klub ini. Turnamen ini adalah turnamen yang sulit untuk dimenangkan karena untuk sekadar ikut kami harus memenangkan Liga Champions," ujar Sergio Busquets memperingatkan rekan-rekannya.
Robinho pernah membobol gawang Barcelona semasa dirinya memperkuat AC Milan. Ketika itu, Robinho bekerja sama dengan Kaka sebelum akhirnya menceploskan bola dari jarak dekat. (ptr)