"Saya orang gila yang sangat menikmati hidup. Saya tidak bisa menyanyi, tapi saya senang santai mendengarkan musik. Contoh lainnya adalah, ketika klub memberikan pemain mobil, maka milik saya selalu paling berwarna," kata Alves kepada O Globo, seperti dikutip dari Marca.
Alves yang menyenangi kebebasan, terkenal dengan kecepatannya yang eksplosif di sayap kanan Barcelona. Kombinasinya dengan Lionel Messi di era pelatih Pep Guardiola menjadikan sayap kanan Barcelona salah satu sektor serangan paling produktif. Bahkan Alves kala itu menjadi pemain dengan assist terbanyak untuk Messi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya, Alves menyatakan bahwa dunia sepak bola justru tidak sesuai dengan dirinya.
Salah satu kebenaran yang berada dalam benaknya adalah soal teror Paris yang terjadi bulan lalu.
"Dengan segala hormat bagi seluruh korban serangan teror Paris, ada bencana juga di Rio Doce [Brasil], Africa, dan tempat-tempat lainnya. Namun tempat-tempat itu tidak dianggap sama penting," katanya.
(vws)