Bahkan, tiga manajer interim mereka pernah memberikan kenangan manis bagi publik Stamford Bridge.
Lihat juga:Direktur Chelsea: Jangan Tuduh Para Pemain |
Menggantikan Mourinho yang kala itu mengantarkan enam gelar di periode pertamanya melatih The Blues, Grant yang tidak memiliki rekam jejak sebagai pelatih klub papan atas sempat menerima olok-olok dan diprediksi akan mengalami kegagalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di partai pamungkas, Chelsea pada akhirnya memang menerima kekalahan dari Manchester United melalui adu penalti. Pelatih asal Israel itu juga tidak mendapatkan jaminan dari Abramovich untuk mendapatkan masa melatih yang lebih panjang. Tapi Grant setidaknya bisa keluar dengan mengangkat kepalanya.
Lihat juga:Lima Komentar Kontroversial The Special One |
Raihan paling fenomenal manajer interim Chelsea ditorehkan oleh manajer asal Italia, Roberto Di Matteo, pada 2012 silam.
Seperti Grant, Di Matteo menduduki kursi pelatih Chelsea tanpa rekam jejak pernah melatih klub papan atas. Ia dikontrak sementara oleh Abramovich untuk menggantikan Andre Villas-Boas yang kala itu mengalami keretakan hubungan dengan para pemain senior Chelsea.
Di akhir musim, Di Matteo melampaui pencapaian Grant. Bukan hanya mengantarkan The Blues ke final Liga Champions, ia menjadi manajer satu-satunya dalam sejarah klub yang mengantarkan Chelsea mendapatkan gelar Liga Champions dengan menundukkan Bayern Munich di laga pamungkas.
Usai pemecatan Mourinho pada Kamis (17/12), Chelsea punya peluang besar hanya mencari manajer sementara dan memanfaatkan waktu enam bulan ke depan untuk mencari pelatih tetap.
Dengan rekam jejak yang baik ini, para pendukung Chelsea setidaknya bisa bernapas lega.