Raja Sapta menyebut rapat itu sebagai 'kick-off' tim CdM. Selain itu juga dalam rapat itu menjadi kesempatan untuk bertemu dengan Satlak Prima dan pengurus-pengurus besar (PB) persatuan olahraga prestasi yang berpotensi masuk ke Olimpiade.
Adapun PB dari cabang olahraga prestasi yang turut hadir dalam rapat itu berasal dari cabang Bulutangkis, Voli Pantai, Taekwondo, Panahan, Dayung, Atletik, dan Sepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CdM juga mengagendakan kunjungan ke tiap cabang olahraga mulai Desember hingga Januari mendatang, untuk melihat kesiapan mereka."
Setiap negara kontestan Olimpiade mendapatkan akreditasi sebesar 50 persen dari jumlah atlet yang mereka kirimkan.
Menurut Raja Sapta, jumlah akreditasi itu menjadi penting agar atlet-atlet yang terbang ke Brasil mendapatkan penerimaan dan perawatan yang baik.
Raja Sapta mengatakan pihaknya ingin menghindarkan terulangnya kejadian di Sea Games 2015 lalu. Saat itu ada 522 atlet Indonesia yang dikirim, sedangkan tenaga medis dan fisioterapis hanya empat dokter dan delapan tukang pijat.
"Jadi kepentingan saya sebagai CdM untuk saat ini bukan masalah medalinya dulu, tapi tiket menuju Olimpiade dulu karena akreditasi hanya bisa diberikan 50 persen dari jumlah atlet," ujar Raja Sapta melanjutkan.
"Jika atlet sedikit (yang lolos ke Olimpiade), tim pendukungnya juga akan sedikit sehingga akan sangat merugikan (kontingen Indonesia)." (kid)