"Bukan tugas pemain untuk memastikan status pelatih di tim ini, namun yang pasti sejak awal kami sudah berencana bahwa siapapun yang mencetak gol di laga ini maka kami akan merayakannya bersama pelatih," ucap Florenzi seperti dikutip dari Football Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lebih suka menyoroti nyanyian dukungan yang disuarakan oleh pendukung Roma sejak menit ke-36 dan tak berapa lama kemudian saya berhasil mencetak gol."
Sementara itu bagi Garcia, kemenangan ini merupakan indikasi bahwa Roma bisa bangkit dari keterpurukan.
"Hari ini kami seolah melihat cahaya di ujung terowongan (gelap) yang kami lewati. Kami menang dan itu merupakan sebuah hal yang penting. Terlebih kami mampu melakukannya dengan 10 orang pemain dan tetap mempertahankan keutuhan tim," ujar Garcia.
Garcia pun tak mau mengomentari masa depannya di kursi pelatih Roma yang sempat goyah terkait hasil buruk yang menimpa tim yang dipimpinnya.
"Saya bekerja untuk pemain dan untuk Roma dan saat ini kami tertinggal tiga angka dari posisi kedua. Perihal masa depan saya, saya tak bisa menjawab hal itu karena fokus saya hanyalah pada performa tim di lapangan.
"Ketika suporter kami kembali bernyanyi untuk timnya maka hal itu akan menjadi tambahan semangat bagi tim. Kami memiliki beberapa kesempatan tambahan untuk mencetak angka namun membukukan dua gol tanpa kebobolan tetaplah merupakan hari yang baik untuk kami," ujar Garcia. (ptr/ptr)