"Kami tetap mengundang semuanya. Itu salah satu upaya untuk dapat menyatukan persepsi demi sepak bola Indonesia mendatang," kata Azwan saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon Selasa pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk rapat kedua hari ini, Azwan mengatakan kemungkinan besar akan membahas soal Term of Reference (TOR) dan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Komite Ad Hoc.
"Karena tidak disampaikan kepada kami saat (Delegasi FIFA-AFC) berkunjung ke Jakarta. Seandainya pun kemudian tahu ada komite itu, tahunya dari media via James (Johnson, Senior Manager of Member Association FIFA) dan TOR-nya FIFA yang baru belakang diterima," ucap Gatot.
Mengenai undangan yang disebarkan oleh PSSI, menurut Gatot undangan itu hanya masalah teknis eksekusi. "Tidak otomatis harus hadir, karena komitmen gabung tidak pernah diterbitkan oleh Kemenpora," katanya.
Sebelumnya selepas rapat perdana komite ad-hoc di Kantor PSSI (11/12), Agum berharap komite yang ia pimpin mendapatkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah Indonesia demi pembenahan sepak bola tanah air.
Laki-laki 70 tahun itu berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak menimbulkan pernyataan yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.
"Kemudian, beri kepercayaan pada komite ini untuk bekerja, demi tercapainya keinginan Presiden Joko Widodo melakukan reformasi sepak bola," sambung mantan Menteri Perhubungan tersebut. (har)